RANGKUMAN PAI KELAS 2 SEMESTER 1
BAB 1
Ayo belajar Al-Qur'an
BAB 2
Asmaul Husna
Al-hafiz artinya
Allah Maha Memelihara. Allah Swt. memelihara alam semesta beserta seluruh
isinya. Al-Wali artinya Allah Maha Melindungi. Allah Swt. Melindungi
para hamba-Nya yang saleh dan beriman. Al-‘Alim artinya Allah Maha
Mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Khabir artinya
Allah Mahateliti dan Mahawaspada. Allah Mahateliti atas segala sesuatu yang bersifat
tersembunyi.
- Cermin prilaku dari Al-‘Alim adalah dengan belajar dengan rajin.
- Cermin prilaku dari Al-Hafiz adalah dengan menjaga kebersihan.
- Cermin prilaku dari Al-Wali adalah dengan selalu memohon perlindungan Allah.
BAB 3
Mari berperilaku terpuji
Di antara perilaku terpuji yaitu, sayang kepada sesama, empati, bertutur kata yang lembut, dan jujur,. Sayang kepada sesama adalah menyayangi sesama manusia, seperti keluarga, guru, teman, dan orang lain. Empati adalah kemampuan memahami atau mengerti perasaan orang lain. Bertutur kata yang lembut adalah bertutur kata yang baik, sopan, dan santun. Jujur adalah lurus hati, tidak curang, dan tidak berbohong. Anak yang berperilaku terpuji akan disayang Allah Swt. dan Rasulullah saw.
BAB 4
Adzan, shalat dan iqomat
- Niat
- Berdiri bagi yang mampu
- Takbiratul ihrâm,
- Membaca surat al-Fatihah; dimana Bismillâhirrahmânirrahîm merupakan bagian ayatnya
- Ruku’,
- Thuma’ninah
- Bangun dari ruku’ dan I’tidal
- Thuma’ninah,
- Sujud
- Thuma’ninah
- Duduk diantara dua sujud
- Thuma’ninah
- Duduk untuk tasyahhud akhir
- Membaca tasyahhud akhir
- Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir
- Salam pertama
- Niat keluar dari shalat
- Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan
- Beragama Islam Mumayyiz (syarat ini untuk mengecualikan orang gila dan anak kecil yang belum mengerti apa-apa)
- Sudah masuk waktu shalat Mengetahui fardhu-fardhu shalat
- Tidak meyakini satu fardhu pun sebagai laku sunnah Suci dari hadats kecil dan besar
- Suci dari najis, baik pakaian, badan, maupun tempat shalat
- Menutup aurat bagi yang mampu (dengan batasan tertentu bagi perempuan dan laki-laki)
- Menghadap kiblat (kecuali bagi musafir yang melaksanakan shalat sunnah, orang yang dalam kecamuk perang, dan orang yang buta arah ‘isytibahul qiblah’)
- Tidak berbicara selain bacaan shalat
- Tidak banyak bergerak selain gerakan shalat (Imam Syafi’i membatasinya tiga gerakan)
- Tidak sambil makan dan minum
- Tidak dalam keraguan apakah sudah bertakbiratulihram atau belum
- Tidak berniat memutus shalat atau tidak dalam keraguan apakah akan memutus shalatnya atau tidak
- Tidak menggantungkan kebatalan shalatnya dengan sesuatu apa pun.
BAB 5
Kisah Nabi Nuh AS
- Wadda
- Suwa
- Yau'uq
- Yagus
Selama dakwah, Nabi Nuh mengalami berbagai cobaan seperti cacian dan makian dari kaumnya, namun di hadapi dengan sabar. Maka Allah memberikan mujizat berupa kemampuan membuat perahu yang sangat besar, perahu ini di buat oleh Nabi Nuh. Dan setelah perahu jadi Nabi Nuh dan pengikutnya menaiki perahu tersebut dan adzab banjir pun menimpa kaumnya selama 40 hari 40 malam, seluruh daratan terendam banjir termasuk putra Nabi Nuh yang saat di ajar berlayar berdalih akan menaiki gunung namun naas banjir pun melebihi tinggi gunung. Peristiwa ini di abadikan dalam Al-Qur'an :

