HEADLINE
Dark Mode
Large text article

RANGKUMAN PAI KELAS 2 SEMESTER 1

Pembelajaran PAI KELAS 2 di rangkum dalam materi RANGKUMAN PAI KELAS 2 SEMESTER 1. Silahkan simak dan pelajari materi berikut.

BAB 1
Ayo belajar Al-Qur'an

Surat An-Nas artinya manusia, surat An-Nas di turunkan dengan surat Al-Falaq sehingga di sebut Mu'awidzatain yang artinya 2 perlindungan karena kedua surat tersebut terdapat kalimat isti'adzah () yang artinya aku berlindung. Surat An-Nas di turunkan sebab pada saat itu Nabi Muhammad SAW sakit terhindar sihir sehingga Malaikat Jibril datang dan menurunkan wahyu Surat An-Nas dan Al-Falaq dan sebab itu lah Nabi sehat kembali dan mendapat perlindungan Allah SWT. 
Surah An-Nas adalah surah ke-114. Surah terakhir di dalam Al-Qur’an. An-Nas artinya manusia. Surah An-Nas terdiri atas 6 ayat. Adapun pesan-pesan pokok Surah An-Nas, yaitu: Manusia adalah makhluk lemah yang membutuhkan perlindungan; Manusia berlindung kepada Allah Swt. dari godaan setan dan keburukan; Allah Swt. Tuhan Yang Maha Pelindung.
Huruf hijaiah bersambung adalah huruf Arab yang ditulis bersambung. Ada enam huruf hijaiah yang tidak bisa bersambung dengan huruf setelahnya, yaitu, ز ,ر ,ذ ,د ,أ , dan .و.
Makhraj Huruf


Makharijul Huruf artinya tempat-tempat keluarnya huruf. Makhorijul Huruf ada 5 macam, yaitu al-Jauf,
Al-Halq, Al-Lisan, Asy-Syafatain, dan Al-Khaisyμm. Adapun untuk materi jelas kamu bisa simak tentang Makharijul Huruf. 

BAB 2
Asmaul Husna

Asmaul Husna, terdiri dari dua kata Asma dan Husna, Asma bentuk jamak dari lafal Ism yang artinya nama-nama, sedangkan husna artinya baik, indah/bagus. Asmaul Husna Adalah nama-nama Allah yang indah. Asmaul Husna berjumlah 99. 

Al-hafiz artinya Allah Maha Memelihara. Allah Swt. memelihara alam semesta beserta seluruh isinya. Al-Wali artinya Allah Maha Melindungi. Allah Swt. Melindungi para hamba-Nya yang saleh dan beriman. Al-‘Alim artinya Allah Maha Mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Al-Khabir artinya Allah Mahateliti dan Mahawaspada. Allah Mahateliti atas segala sesuatu yang bersifat tersembunyi.

  • Cermin prilaku dari Al-‘Alim adalah dengan belajar dengan rajin.
  • Cermin prilaku dari Al-Hafiz adalah dengan menjaga kebersihan.
  • Cermin prilaku dari Al-Wali adalah dengan selalu memohon perlindungan Allah.

BAB 3
Mari berperilaku terpuji

Di antara perilaku terpuji yaitu, sayang kepada sesama, empati, bertutur kata yang lembut, dan jujur,. Sayang kepada sesama adalah menyayangi sesama manusia, seperti keluarga, guru, teman, dan orang lain. Empati adalah kemampuan memahami atau mengerti perasaan orang lain. Bertutur kata yang lembut adalah bertutur kata yang baik, sopan, dan santun. Jujur adalah lurus hati, tidak curang, dan tidak berbohong. Anak yang berperilaku terpuji akan disayang Allah Swt. dan Rasulullah saw. 

BAB 4
Adzan, shalat dan iqomat

Adzan adalah seruan dimana waktu shalat telah tiba, adzan di kumandangkan saat mendekati waktu shalat dengan suara lantang dan dengan nada yang merdu. Adzan awal pertama kali di kumandangkan oleh sahabat nabi bernama Bilal Ibn Rabbah. 
Shalat menurut bahasa adalah do'a,  sedang menurut istilah shalat adalah sesuatu yang di mulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam. Dalam melaksanakan shalat ada beberapa tahapan yang harus di penuhi yakni rukun dan syarat sah shalat.
Rukun shalat :
  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu
  3. Takbiratul ihrâm,
  4. Membaca surat al-Fatihah; dimana Bismillâhirrahmânirrahîm merupakan bagian ayatnya
  5. Ruku’, 
  6. Thuma’ninah
  7. Bangun dari ruku’ dan I’tidal
  8. Thuma’ninah,
  9. Sujud
  10. Thuma’ninah
  11. Duduk diantara dua sujud
  12. Thuma’ninah
  13. Duduk untuk tasyahhud akhir
  14. Membaca tasyahhud akhir
  15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir
  16. Salam pertama
  17. Niat keluar dari shalat
  18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan
Syarat sah shalat:
  1. Beragama Islam Mumayyiz (syarat ini untuk mengecualikan orang gila dan anak kecil yang belum mengerti apa-apa) 
  2. Sudah masuk waktu shalat Mengetahui fardhu-fardhu shalat 
  3. Tidak meyakini satu fardhu pun sebagai laku sunnah Suci dari hadats kecil dan besar
  4.  Suci dari najis, baik pakaian, badan, maupun tempat shalat 
  5. Menutup aurat bagi yang mampu (dengan batasan tertentu bagi perempuan dan laki-laki) 
  6. Menghadap kiblat (kecuali bagi musafir yang melaksanakan shalat sunnah, orang yang dalam kecamuk perang, dan orang yang buta arah ‘isytibahul qiblah’) 
  7. Tidak berbicara selain bacaan shalat 
  8. Tidak banyak bergerak selain gerakan shalat (Imam Syafi’i membatasinya tiga gerakan) 
  9. Tidak sambil makan dan minum 
  10. Tidak dalam keraguan apakah sudah bertakbiratulihram atau belum 
  11. Tidak berniat memutus shalat atau tidak dalam keraguan apakah akan memutus shalatnya atau tidak 
  12. Tidak menggantungkan kebatalan shalatnya dengan sesuatu apa pun.
Iqomah pengertian iqomah pun sama dengan adzan namun iqomah adalah tanda akan segera dimulai nya shalat. Lafal iqomah pun sama dengan adzan namun hanya di ucapkan sekali. Dan terdapat penambahan lafal seperti berikut :
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ

BAB 5
Kisah Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS memiliki nama lengkap Nuh bin Lamik bin Mutaswsalakh bin Idris AS. Nabi Nuh adalah cicit Nabi Idris AS. Nabi Nuh memiliki anak bernama Kan'an. Beliau berdakwah selama 950 tahun. Namun hanya 80 orang pengikut yang beriman kepada nya. Keluarganya pun sendiri termasuk putranya Kan'an tidak beriman. Kaum Nabi Nuh yang tidak beriman mereka menyembah berhala diantara nya :
  • Wadda
  • Suwa
  • Yau'uq
  • Yagus
Kisah Nabi Nuh As

Selama dakwah, Nabi Nuh mengalami berbagai cobaan seperti cacian dan makian dari kaumnya, namun di hadapi dengan sabar. Maka Allah memberikan mujizat berupa kemampuan membuat perahu yang sangat besar, perahu ini di buat oleh Nabi Nuh. Dan setelah perahu jadi Nabi Nuh dan pengikutnya menaiki perahu tersebut dan adzab banjir pun menimpa kaumnya selama 40 hari 40 malam, seluruh daratan terendam banjir termasuk putra Nabi Nuh yang saat di ajar berlayar berdalih akan menaiki gunung namun naas banjir pun melebihi tinggi gunung. Peristiwa ini di abadikan dalam Al-Qur'an :

Peristiwa ini tercatat dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 42
وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".

Dalam Surat Hud ayat 43, Allah SWT berfirman,

قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ
Artinya: Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
Close Ads