HEADLINE
Dark Mode
Large text article

7 Macam Najis

7 Macam Najis


Sebelum kita bahasa 7 Jenis Najis dimana ini berbica tentang benda atau zat, perlu kita buka kembali BAB Bersuci agar tidak keliru bagaimana mensucikannya.
Baik, para 'Ulama mengklasifikasika najis ke dalam 7 Jenis. Dimana kita tahu mayoritas masyarakat Indonesia bermadzhab Syafi'i. Dan di kalangan pesantren, pembahasan ini merujuk pada salah satu kitab fiqih dasar yang sangat terkwnal, yaitu Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib (Matan Abu Syuja') karya Imam Abu Syuja' (Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani) adapun pembahsannya sebagai berikut :

(فصل) وكل مائع خرج من السبيلين نجس إلا المني وغسل جميع الأبوال والأرواث واجب إلا بول الصبي الذي لم يأكل الطعام فإنه يطهر برش الماء عليه ولا يعفى عن شيء من النجاسات إلا اليسير من الدم وما لا نفس له سائلة إذا وقع في الإناء ومات فيه فإنه لا ينجسه

والحيوان كله طاهر إلا الكلب والخنزير وما تولد منهما أو من أحدهما والميتة كلها نجسة إلا السمك والجراد والآدمي ويغسل الإناء من ولوغ الكلب والخنزير سبع مرات إحداهن بالتراب ويغسل من سائر النجاسات مرة تأتي عليه والثلاثة أفضل وإذا تخللت الخمرة بنفسها طهرت وإن خللت بطرح شيء فيها لم تطهر.

Dari penjelasan di atas maka :

Bangkai (المَيْتَةُ - Al-Maytah)

Bangkai adalah seluruh yang bernyawa yang mati tidak sesuai syar'i, dalam konteks disini adalah hewan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan sesuai syari'at. Karena seluruh bangkai adalah najis, kecuali bangkai manusia, ikan, dan belalang. Sebagaimana di jelaskan di atas :

والميتة كلها نجسة إلا السمك والجراد والآدمي

"Seluruh bangkai itu najis kecuali ikan, belalang dan adam (manusia)"
Penjelasan lain mengenai bangkai sebagai berikut :

 وَمَا سِوَى الْآدَمِيِّ وَالسَّمَكِ وَالْجَرَادِ مِنَ الْمَيْتَةِ نَجِسٌ

"Semua bangkai itu najis, kecuali bangkai adami (manusia), ikan, dan belalang." (Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzab Juz 2 Halaman 578)
Sedangkan di Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah ayat 3:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi..."

Darah (الدَّمُ - Ad-Dam)

Segala jenis darah yang mengalir dihukumi najis, baik darah manusia maupun hewan. Namun apabila jumlahnya sangat sedikit maka darah ini jenis yang di ma'fu (dimaafkan) atau hati dan limpa yang dihalalkan.

وأما القيح فهو نجس

"Adapun nanah itu najis" (Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzab Juz 2 Halaman 577)

Adapaun mengenai darah najis sebagaimana penjelasan berikut :

مسند الشافعي ٦: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ دَمِ الْحَيْضَةِ يُصِيبُ الثَّوْبَ، فَقَالَ: «حُتِّيهِ، ثُمَّ اقْرُصِيهِ بِالْمَاءِ، ثُمَّ رُشِّيهِ، وَصَلِّي فِيهِ» أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ عَنِ الشَّافِعِيِّ فِي أَوَّلِ الكِتَابِ

Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari Fathimah, dari Asma, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang darah haid yang mengenai kain, lalu beliau bersabda: "Keriklah terlebih dahulu, lalu kucek dengan air. Kemudian cipratilah dengan air, lalu kamu boleh shalat dengan memakai kain itu."13 Ar-Rabi' mengabarkan kepada kami, dari Syafi'i di awal kitab (Musnad Syafi'i :6)
Dan dari dalil Al-Qur'an Surat Al-An'am ayat 145:

أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا فَإِنَّهُ رِجْسٌ

"...atau darah yang mengalir, karena sesungguhnya semua itu kotor (najis)..."

Nanah (الْقَيْحُ - Al-Qayh)

Sebagaimana kita tahu nanah adalah sel darah putih yang mati. Dimana berasal dari darah yang membusuk atau rusak akibat infeksi. Dari asal inilah kenapa nanah pun di anggap najis. 

Segala yang Keluar dari Dua Jalan (مَا خَرَجَ مِنَ السَّبِيلَيْنِ)

Segala sesuatu yang keluar dari lubang depan atau belakang yakni kemaluan (qubul) dan dubur hukumnya najis. Ini mencakup apapun baik tinja (kotoran), air kencing, madzi (cairan bening sebelum mani), dan wadi (cairan putih kental setelah kencing). Kecuali air mani (sperma), yang hukumnya suci.

وَكُلُّ مَائِعٍ خَرَجَ مِنَ السَّبِيلَيْنِ نَجِسٌ إِلَّا الْمَنِيَّ

"Setiap benda cair yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur) adalah najis, kecuali air mani." (fathul Qorib)
Rasulullah memerintahkan untuk menyiram kencing orang Badui di masjid:

بَالَ أَعْرَابِيٌّ فِي الْمَسْجِدِ، فَقَامَ النَّاسُ إِلَيْهِ لِيَقَعُوا فِيهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ  : (دَعُوهُ، وَأَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلًا مِنْ مَاءٍ، أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ، وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ)

“Biarkan dia, dan siramlah bekas kencingnya dengan satu ember air, atau satu timba air. Sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan, dan tidak diutus untuk mempersulit.” (HR. al-Bukhari)

Anjing dan Babi  (الْكَلْبُ وَالْخِنْزِيرُ)

Sudah mafhum Anjing da babi dan hewan turunannya dari keduanya dihukumi sebagai najis Mughallazah (berat) terlepas salah satunya bersilang dengan hewan suci dihukumi sebagai najis Mughallazah.
Referensi Kitab (Abu Syuja'):

وَالْكَلْبُ وَالْخِنْزِيرُ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا نَجِسٌ

"Anjing dan babi serta hewan yang terlahir dari keduanya, atau terlahir dari salah satu di antara keduanya (dengan hewan lain) adalah najis."
Dalil Hadis mengenai najis Anjing :

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

"Sucinya bejana salah seorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, yang pertama dicampur dengan debu/tanah." (HR. Muslim).

Minuman Keras / Khamr (الْخَمْرُ - Al-Khamr)

Semua benda cair yang memabukkan (seperti arak) dihukumi najis secara fisik (najis 'ain). Perlu dicatat, benda memabukkan yang berwujud padat (seperti ganja atau pil terlarang) hukumnya haram dikonsumsi, tetapi secara fisik zatnya suci.
Referensi Kitab (Abu Syuja'):

ـ الخمر وكل مائع مسكر. قال تعالى: (إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس) أي نجس [المائدة:90]. وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم "كل مسكر خمر، وكل خمر حرام" [رواه مسلم: 2003، عن أبن عمر رضي الله عنهما].

Khamer/Arak dan seluruh cairan yang memabukkan. Allah Ta'ala berfirman : "... Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan rijsun...". Rijsun adalah najis. (Al-Maidah : 90). Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Setiap yang memebukan adalah khamer (minuman keras), dan setiap khamer haram". (HR. Muslim, No. 2003, dari Ibnu 'Umar rodiyallahu'anhuma)
Dalam Ayat Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah ayat 90:

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ... رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ

"Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi... adalah rijsun (najis/kotor) yang termasuk perbuatan setan."

Bagian Tubuh Hewan yang Terpotong Saat Hidup (مَا قُطِعَ مِنْ حَيٍّ)

Jika ada anggota tubuh hewan yang dipotong saat hewan tersebut masih hidup (misalnya memotong kaki kambing hidup-hidup), maka potongan tubuh tersebut hukumnya sama dengan bangkainya, yaitu najis. Pengecualiannya adalah rambut/bulu domba yang dipotong untuk dimanfaatkan.

مَا قُطِعَ مِنَ البَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهِيَ مَيْتَةٌ

"Apa saja yang dipotong dari hewan ternak saat ia masih hidup, maka potongan itu adalah bangkai." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Nah itulah sedikit penjelasan mengenai 7 Jenis Najis. Semoga bermanfaat menambah khazanah Ilmu Fiqih kita dan bisa mengemalkan nya.
Close Ads