HEADLINE
Dark Mode
Large text article

4 Golongan Yang Di Rindukan Surga

4 Golongan Yang Di Rindukan Surga

Akhir tujuan hidup kita adalah menjadi hamba yang di cintai Allah dimana bisa bertemu di surga-Nya. Dia beberapa hal yang menjadi jalan nya ibadah sebagai sarananya. Ada 4 Golongan Yang Di Rindukan Surga. Siapa saja kah mereka?

Rasulallah SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ,

Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

1. Taalil Qur'an (Orang yang gemar membaca Al-Quran)

Yang pertama adalah orang yang membaca Al-Qur'an. dimana selalu membaca di waktu luang maupun sempit. Bibir nya selalu basah dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an. Orang-orang yang senantiasa membaca kalam Allah adalah mereka yang selalu berinteraksi dengan Allah. Bagaimana bisa? Hal ini sebagaimana Hadist :

من أراد أن يتكلم مع الله فليقرأ القرآن

Barang siapa yang menginginkan bercakap-cakap dengan Allah maka bacalah al-Qur'an.
Tak hanya itu. Orang yang membaca Al-Qur'an adalah mereka yang selalu merasakan ketenangan didalam hatinya. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rad ayat 28 :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Rad: 28).
Bagaimana tidak, Al-Qur'an adalah obat segala obat. Obat kegundahan obat hati obat ketenangan jiwa. Membacanya menjadi tenang, tidak bosan bila di ulang-ulang karena kita selalu berbincang dengan sang khaliq.
Dalam QS. Al Isra ayat 82 Allah SWT berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al Isra: 82).
4 Golongan Yang Di Rindukan Surga

2. Haafidzii lisan (Orang yang selalu menjaga lisan)

Yang kedua adalah orang yang selalu menjaga lisan dari berkata kotor, mencaci-maki, mencela, menhina, menghibah dan menghujat. Golongan kedua ini adalah mencerminkan keimanan nya sebagaimana sabda Rasulallah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang baik, atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir menghormati tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Menjaga lisan pun adalah salah satu cara menjaga diri dari berbagai hal yang tidak di inginkan seperti pertengkaran dan yang lainnya. Hal ini bisa terjadi karena tidak menjaga lisan. Pantaslah pepatah mengatakan :

سَلاَمَةُ الْإِنْسَان فِيْ حِفْظِ اللِّسَان

Seseorang selamat karena menjaga lisannya.
Bahkan di dalam kitab Ihya Ulumuddin Imam Ghazali menjelaskan, terdapat 14 macam bahaya lidah, salah satunya adalah perkataan yang tidak bermanfaat yang dapat membuat hati kasar.

3. Muth'imul Jii'an (Orang yang memberi makan orang yang kelaparan)

Memberi tidak akan membuat kita miskin, justru memberi membuat kita kaya. Yang ketiga adalah golongan yang selalu menolong di jalan Allah baik dengan selalu memberi makan mereka yang kelaparan ataupun memberi dengan apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Mereka adalah orang-orang yang akan di berikan balasan dengan di beri buah-buahan dari surga kelak di hari kiamat. Hal ini sebagaimana hadist Rasulallah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya :
"Siapa pun mukmin memberikan makan mukmin yang kelaparan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapapun mukmin yang memberikan pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga." (HR. Tirmidzi).

4. Shooimiina Fi Syahri Ramadhan (Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan)

Terkahir adalah golongan yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Maka kita patut bersyukur selaku umat Nabi Muhammad SAW ibadah puasa yang kita lakukan menjadi wasilah kita di rindukan surga. 
Tak hanya di rindukan surga, Allah menyediakan beberapa pintu dari pintu-pintu surga Yang dinamakan dengan Ar-Rayyan bagi mereka yang berpuasa dimana pintu ini hanya bisa di buka bagi mereka yang selalu melaksanakan puasa Ramadhan. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang berasal dari Sahl ra. Rasulullah SAW bersabda:

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

"Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Mukhallad] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] berkata: telah menceritakan kepada saya [Abu Hazim] dari Sahal radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka: Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut." (HR. Bukhari - 1763).

Close Ads