Kalimat Isim (Bahasa Arab)
Kata Benda (Bahasa Arab)
Pengertian kalimat Isim
Dalam bahasa Arab kalimat Isim di sebut kata benda yang berarti nama atau yang di beri nama. Dimana kalimat isim ini menunjukan sesuatu yang berwujud atau abstrak nampak atau tidak nampak, baik benda mati atau benda hidup tanpa terikat oleh waktu sesuai pengertian dari ism itu sendiri:
kalimat Isim termasuk salah satu dari tiga komponen utama dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam penyusunan sebuah kalimat :
- Isim (kata benda)
- Fi’il (kata kerja)
- Harf (kata penghubung)
Contoh isim:
كِتَابٌ (kitābun) buku
مَدْرَسَةٌ (madrasatun) sekolah
عِلْمٌ (‘ilmun) ilmu
Ciri-Ciri Isim
Isim dapat dikenali melalui beberapa tanda khusus:
Tidak terikat waktu : yang terikat dengan waktu di sebut Fi'il namun isim tidak terikat waktu.
Dapat menerima tanwin : dapat di lihat setiap huruf yang bisa bertanwin ( ـٌ , ـٍ , ـً ) sudah pasti memiliki tanda isim
Dapat dimasuki huruf jar : Huruf Jar sendiri akan di bahas pada pembahasan khusu Huruf-huruf Jar. Namun sebagian ciri nya adalah apa bila sebelum huruf (seperti مِنْ, إِلَى, عَلَى) dan huruf setelahnya berharokat kasroh maka itu adalah kalimat isim karena huruf jar ini menjarkan (kasrohkan) huruf setelahnya.
Dapat dimasuki alif lam (ال) sebagai penanda definitif atau di sebut Isim ma'rifat (menunnjukan makna khusus) apabila tanpa di sebut dengan (ال) isim nakiroh (Makna Umum).
Sebagai Subjek (Mubtada’) dan Predikat (Khobar)
Contoh Kalimat Isim
Berikut beberapa contoh penggunaan isim dalam kalimat:
الكتابُ جديدٌ Buku itu baru.
المدرسةُ كبيرةٌ Sekolah itu besar.
العلمُ نورٌ Ilmu adalah cahaya.
Pebjelasan sebagai Subjek (Mubtada’) dan Predikat (Khobar) :
الكتابُ, المدرسةُ, dan العلمُ adalah isim yang berfungsi sebagai mubtada’ (subjek).
جديدٌ, كبيرةٌ, dan نورٌ adalah isim yang berfungsi sebagai khabar (predikat).
Jenis-Jenis Isim
Ada banyak klasifikasi Isim aiantaranya adalah :
Isim ‘alam : nama khusus (contoh: مُحَمَّدٌ / Muhammad).
Isim nakiroh : kata benda umum (contoh: رَجُلٌ / seorang laki-laki).
Isim ma’rifah : kata benda tertentu (contoh: الرَّجُلُ / laki-laki itu sebagai mana di jelaskan di atas (ال) membedakan ma'rifat dan Nakiroh).
Isim dhomir : kata ganti (contoh: هُوَ / dia).
Isim isyaroh : kata tunjuk (contoh: هَذَا / ini).
Isim maushul : kata sambung (contoh: الَّذِي / yang).
Kesimpulan
Kata Benda dalam Bahasa Arab di sebut Isim dimana menunjukan benda baik abstract atau non-abstract, benda hidup atau mati
Ciri-ciri isim: dapat menerima tanwin, dapat menerima (ال), tidak menunjukan waktu, dan dapat menerima huruf Jar
Jenis-jenis isim: ada isim 'alam, isim ma'rifat, isim naikroh, isim maushul, isim dhomir, dan isim isyaroh
Dari penjelasan awal di atas mengenai kalimat isim (kata benda) adalah dasar menentukan sehingga bisa menyusun bahasa Arab dengan baik. Semoga bermanfaat.

